POST 1
Sejarah Kota Kudus (ditetapkan 23 September 1549) berakar dari penyebaran Islam oleh Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) di wilayah yang sebelumnya bernama Tajug. Terkenal sebagai Kota Santri dan Kretek, Kudus menjadi simbol akulturasi budaya Hindu-Islam, terutama melalui Masjid Menara Kudus. Nama Kudus berasal dari Al-Quds (Palestina).
Berikut adalah poin-poin penting sejarah Kota Kudus:
Era Sebelum Islam (Tajug): Dahulu wilayah ini dikenal dengan nama
Tajug dan merupakan pemukiman dengan banyak peninggalan Hindu-Buddha.
Masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pengrajin.
Peran Sunan Kudus (Ja'far Shadiq): Sunan Kudus, salah satu dari
sembilan Wali Songo, berdakwah di Tajug dengan pendekatan santun dan
menghormati budaya lokal. Salah satu pendekatan dakwah yang terkenal adalah
menghormati penganut Hindu dengan tidak menyembelih sapi.
Asal-Usul Nama "Kudus": Sunan Kudus pernah belajar di
Baitul Maqdis (Yerusalem) dan bergelar Amir Haji. Nama "Kudus"
berasal dari kata Al-Quds atau Baitul Maqdis yang berarti suci.
Pendirian Masjid Menara Kudus (1549 M): Masjid Menara Kudus
(Masjid Al-Aqsa) didirikan pada tahun 1549 M (956 H) dengan perpaduan
arsitektur Hindu-Islam, terbukti dari menara yang berbentuk candi. Hal ini
menjadikan kota ini pusat penyebaran Islam yang toleran.
Kota Kretek: Sejarah kretek dimulai sekitar tahun 1880-an oleh
Haji Jamhari, penduduk lokal yang meracik cengkeh dan tembakau, menghasilkan
bunyi kretek-kretek saat dibakar. Sejarah ini diabadikan di Museum Kretek.
Hari Jadi Kota Kudus diperingati setiap 23 September, merujuk pada
tahun pendirian Masjid Menara Kudus, berdasarkan Perda No. 11 tahun 1990.
.jpeg)